Rabu, 28 Desember 2016

Penyakit Hernia Hiatal : Penyakit Seribu Muka ("The Great Mimic")

Merasa sesak/tercekik di ulu hati, dan berdebar terus-menerus di bagian ulu hati/dada, dan susah bernafas? Lalu anda memeriksakan diri ke laboratorium untuk mengecek apakah anda menderita penyakit jantung atau penyakit lain tetapi semua hasil pemeriksaan laboratorium itu menunjukkan bahwa anda sehat (tidak mengalami penyakit apapun)? Eiiits, penyebabnya belum tentu masalah jantung, asma, tekanan darah tinggi, kolesterol, atau penyakit lain yang umum kita ketahui. Bisa jadi anda menderita hernia hiatal. Hernia hiatal (atau hernia hiatus) adalah kondisi di mana sebagian kecil organ lambung menjorok ke dalam rongga diafragma. Gambarannya:
Jika kita menyebut hernia, pasti mengira bahwa hernia itu usus turun atau turun berok. Hernia hiatal juga termasuk penyakit hernia, namun memiliki keunikan (perbedaan) dengan jenis hernia yang lain. Pada jenis hernia umumnya (kecuali hernia hiatal), penonjolan hernia dapat terlihat secara langsung di permukaan kulit sehingga kita dapat mendiagnosa sendiri bahwa kita mengalami hernia, namun pada hernia hiatal, penonjolan hernia tidak terlihat secara langsung di permukaan kulit sehingga untuk mendiagnosa penyakit ini, kita perlu melakukan sejumlah pengecekan laboratorium, seperti foto rontgen (barium rontgen), manometry, dan endoskopi. Hernia hiatal bukan sebuah penyakit sebagaimana penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, namun hernia hiatal merupakan SUATU KONDISI DI MANA ORGAN DALAM TUBUH MENGALAMI DISPOSISI (TIDAK TERLETAK PADA TEMPAT YANG SEHARUSNYA).

Saya seorang penderita hernia hiatal, dan penyakit ini sungguh menyiksa saya. Adapun yg saya sendiri rasakan ialah:
  • Rasa mengganjal (seperti ada balon di dalam dada) mulai dari bagian ulu hati (ulu hati = bagian tengah di antara tulang rusuk dada dan perut), naik hingga sepanjang tulang sternum.
  • Getaran yang hebat pada bagian ulu hati, getaran ini terasa hingga ke seluruh anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Hal ini dikarenakan gerak peristaltik yg dilakukan oleh lambung.
  • Kepala terasa sangat kencang & pening. Hal ini mungkin dikarenakan terganggunya / tersumbatnya aliran darah dari jantung menuju ke kepala melalui "saraf vagus".
Dan semua gejala di atas saya rasakan selalu (7 hari X 24 jam).

Pada umumnya, baik masyarakat maupun dokter (yang berkecimpung di bidang medis) belum mengenal/familiar dengan penyakit ini, karena memang penyakit ini tidak terjadi pada kebanyakan orang. Bahkan seandainya ada dokter yang mengenal penyakit ini pun, hanya akan menganggap bahwa ini penyakit yang sepele. Saya juga sendiri telah memeriksakan diri saya ke dokter mengenai penyakit ini, namun dokter-dokter tersebut tidak percaya dengan apa yang saya keluhkan kepada mereka (sebagaimana poin-poin keluhan yang saya uraikan di atas). Tidak ada seorangpun yang mempercayai keluhan saya, baik keluarga dan bahkan dokter sendiripun. Kebanyakan dari mereka bahkan hanya menganggap bahwa keluhan saya ini hanya dikarenakan masalah kejiwaan saja (stres, kecemasan, dan banyak pikiran). Namun saya yakin sepenuhnya (meskipun dokter tidak mengatakan bahwa saya menderita hernia hiatal), bahwa keluhan saya (sebagaimana yang saya uraikan pada poin-poin di atas) adalah nyata dan bukan diakibatkan karena masalah kecemasan, stres, atau banyak pikiran, tetapi diakibatkan oleh kondisi hernia hiatal.

Saya telah mengemukakan kepada dokter bahwa saya mengetahui penyakit ini dari hasil penelusuran di internet, namun dokter hanya mengatakan “Jangan percaya kepada tulisan-tulisan di internet karena belum tentu kepastiannya, lebih baik percaya kepada dokter !”. Tetapi saya tahu bahwa saya bukan orang yang bodoh, tentu untuk melihat ke sebuah persoalan kita harus menilai secara objektif dan bukan subjektif, entah apakah masukan dan pengetahuan itu berasal dari dokter ataupun internet, bukankah saya tahu memilah mana yang menurut logika dan nalar saya benar atau salah. Dan mana yang benar menurut logika dan nalar saya, tentu itulah yang saya ambil dan pegang bahkan jika masukan dan pengetahuan itu berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya (misalnya tulisan di internet). Dokter memang memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dalam dunia medis, tetapi sehebat-hebatnya seorang dokter, tentu ia memiliki kekurangan. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang dokter tidak sombong dan mau selalu menerima masukan, baik itu masukan dari pasien atau orang lain, sehingga pengetahuannya dan pengalamannya bertambah. Menjadi dokter bukan hanya sekedar skill / kemampuan saja, melainkan juga harus punya hati dan jiwa sosial dan tanggung jawab. Punya hati untuk memperhatikan pasiennya, berjiwa sosial dalam artian tidak mengejar profit/keuntungan sebagai yang terutama dalam profesinya sebagai dokter namun lebih menomorsatukan keselamatan dan kesehatan pasiennya dibanding kepentingannya sendiri, yang terakhir adalah tanggung jawab, yaitu bagaimana seorang dokter berhati-hati dalam menjalankan profesinya dan siap untuk memperbaiki dan bertanggung jawab atas kesalahan yang ia lakukan kepada pasiennya.

Banyak artikel-artikel yg membahas mengenai hernia hiatal di internet hanya menekankan bahwa masalah terutama yang ditimbulkan oleh hernia hiatal adalah GERD (asam lambung yang naik). Tetapi berdasarkan pengalaman saya (apa yang saya sendiri rasakan) dan yang jarang diungkapkan pada artikel-artikel tersebut ialah bahwa penyakit hernia hiatal LEBIH DARI SEKEDAR PERSOALAN GERD (ASAM LAMBUNG NAIK), karena selain mengakibatkan GERD (asam lambung naik), penyakit hernia hiatal juga MENGAKIBATKAN “ORGAN LAMBUNG DAN SARAF-SARAF PADA DAERAH HERNIA ORGAN LAMBUNG” MENJADI STRES KARENA TERCEKIK DI BAGIAN DIAFRAGMA. Cekikan ini yang saya pandang sebagai masalah yang terutama dan lebih berbahaya dibandingkan dengan GERD (asam lambung naik) itu sendiri. Cekikan ini menyebabkan bagian ulu hati serasa sesak dan tercekik, juga menghambat aliran darah ke kepala sehingga penderitanya mudah lelah dan kepala terasa pening dan berdenyut. Penyakit hernia hiatal tidak membuat penderitanya meninggal, tetapi penyakit ini menurunkan kualitas hidup penderitanya, karena penderitanya merasa tersiksa/sesak sepanjang waktu di bagian ulu hati dan tidak dapat beraktivitas dengan normal (sekitar 80-90 % aktivitas kesehariannya berkurang/tidak dapat dilakukan).

Saya berharap bahwa ke depannya, akan ada solusi bagi penyembuhan penyakit ini dan kalangan masyarakat dan dokter dapat lebih familiar (mengenali) mengenai penyakit ini. Penyakit ini tidak menyebabkan sakit atau gangguan sebagaimana penyakit lainnya, tetapi penyakit ini menyebabkan gangguan sepanjang waktu sehingga melumpuhkan aktivitas keseharian bagi para penderitanya. Tidak semua dokter juga menyepelekan penyakit ini, ada juga kalangan dokter yang memang mendalami penyakit ini dan mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Namun jumlah dokter yang mendalami penyakit ini masih tergolong sedikit dan sulit kita temui. Penyakit hernia hiatal sebaiknya tidak ditangani oleh dokter umum, namun sebaiknya ditangani oleh dokter yang memang spesialis di bidang hernia.

Penyakit hernia hiatal tidak dapat disembuhkan dgn obat-obatan karena merupakan kondidi disposisi organ tubuh, melainkan hanya dapat disembuhkan dengan cara operasi, yaitu mengembalikan organ tubuh ke posisi yang seharusnya dan menutup lubang hernia agar kondisi hernia tidak berulang kembali.

Prosedur operasi untuk penyakit ini (menurut yang saya baca di internet) dapat dilihat sebagai berikut:
  • Pembedahan: open (disarankan) atau laparascopy.
  • Metode penjahitan: tidak menggunakan jaring mesh atau menggunakan jaring mesh (disarankan).

Saya berharap bahwa saya dapat sembuh dari penyakit ini. Saya berencana untuk menjalani operasi untuk menyembuhkan penyakit ini (namun bukan sekarang karena belum cukup uang, mungkin kelak jika uang mencukupi maka saya akan menjalani operasi), dan jika kelak saya menjalani operasi, maka saya berharap saya dapat sembuh secara permanen dari penyakit ini (penyakit ini tidak kambuh lagi).

Berikut ini saya kumpulkan beberapa posting-posting yg terkait mengenai hernia hiatal:

+ Pengakuan Penderita Hernia Hiatal

+ Artikel Kedokteran

0 komentar:

Posting Komentar