Rabu, 28 Desember 2016

Penyakit Hernia Hiatal : Penyakit Seribu Muka ("The Great Mimic")

Merasa sesak/tercekik di ulu hati, dan berdebar terus-menerus di bagian ulu hati/dada, dan susah bernafas? Lalu anda memeriksakan diri ke laboratorium untuk mengecek apakah anda menderita penyakit jantung atau penyakit lain tetapi semua hasil pemeriksaan laboratorium itu menunjukkan bahwa anda sehat (tidak mengalami penyakit apapun)? Eiiits, penyebabnya belum tentu masalah jantung, asma, tekanan darah tinggi, kolesterol, atau penyakit lain yang umum kita ketahui. Bisa jadi anda menderita hernia hiatal. Hernia hiatal (atau hernia hiatus) adalah kondisi di mana sebagian kecil organ lambung menjorok ke dalam rongga diafragma. Gambarannya:
Jika kita menyebut hernia, pasti mengira bahwa hernia itu usus turun atau turun berok. Hernia hiatal juga termasuk penyakit hernia, namun memiliki keunikan (perbedaan) dengan jenis hernia yang lain. Pada jenis hernia umumnya (kecuali hernia hiatal), penonjolan hernia dapat terlihat secara langsung di permukaan kulit sehingga kita dapat mendiagnosa sendiri bahwa kita mengalami hernia, namun pada hernia hiatal, penonjolan hernia tidak terlihat secara langsung di permukaan kulit sehingga untuk mendiagnosa penyakit ini, kita perlu melakukan sejumlah pengecekan laboratorium, seperti foto rontgen (barium rontgen), manometry, dan endoskopi. Hernia hiatal bukan sebuah penyakit sebagaimana penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, namun hernia hiatal merupakan SUATU KONDISI DI MANA ORGAN DALAM TUBUH MENGALAMI DISPOSISI (TIDAK TERLETAK PADA TEMPAT YANG SEHARUSNYA).

Saya seorang penderita hernia hiatal, dan penyakit ini sungguh menyiksa saya. Adapun yg saya sendiri rasakan ialah:
  • Rasa mengganjal (seperti ada balon di dalam dada) mulai dari bagian ulu hati (ulu hati = bagian tengah di antara tulang rusuk dada dan perut), naik hingga sepanjang tulang sternum.
  • Getaran yang hebat pada bagian ulu hati, getaran ini terasa hingga ke seluruh anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Hal ini dikarenakan gerak peristaltik yg dilakukan oleh lambung.
  • Kepala terasa sangat kencang & pening. Hal ini mungkin dikarenakan terganggunya / tersumbatnya aliran darah dari jantung menuju ke kepala melalui "saraf vagus".
Dan semua gejala di atas saya rasakan selalu (7 hari X 24 jam).

Pada umumnya, baik masyarakat maupun dokter (yang berkecimpung di bidang medis) belum mengenal/familiar dengan penyakit ini, karena memang penyakit ini tidak terjadi pada kebanyakan orang. Bahkan seandainya ada dokter yang mengenal penyakit ini pun, hanya akan menganggap bahwa ini penyakit yang sepele. Saya juga sendiri telah memeriksakan diri saya ke dokter mengenai penyakit ini, namun dokter-dokter tersebut tidak percaya dengan apa yang saya keluhkan kepada mereka (sebagaimana poin-poin keluhan yang saya uraikan di atas). Tidak ada seorangpun yang mempercayai keluhan saya, baik keluarga dan bahkan dokter sendiripun. Kebanyakan dari mereka bahkan hanya menganggap bahwa keluhan saya ini hanya dikarenakan masalah kejiwaan saja (stres, kecemasan, dan banyak pikiran). Namun saya yakin sepenuhnya (meskipun dokter tidak mengatakan bahwa saya menderita hernia hiatal), bahwa keluhan saya (sebagaimana yang saya uraikan pada poin-poin di atas) adalah nyata dan bukan diakibatkan karena masalah kecemasan, stres, atau banyak pikiran, tetapi diakibatkan oleh kondisi hernia hiatal.

Saya telah mengemukakan kepada dokter bahwa saya mengetahui penyakit ini dari hasil penelusuran di internet, namun dokter hanya mengatakan “Jangan percaya kepada tulisan-tulisan di internet karena belum tentu kepastiannya, lebih baik percaya kepada dokter !”. Tetapi saya tahu bahwa saya bukan orang yang bodoh, tentu untuk melihat ke sebuah persoalan kita harus menilai secara objektif dan bukan subjektif, entah apakah masukan dan pengetahuan itu berasal dari dokter ataupun internet, bukankah saya tahu memilah mana yang menurut logika dan nalar saya benar atau salah. Dan mana yang benar menurut logika dan nalar saya, tentu itulah yang saya ambil dan pegang bahkan jika masukan dan pengetahuan itu berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya (misalnya tulisan di internet). Dokter memang memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dalam dunia medis, tetapi sehebat-hebatnya seorang dokter, tentu ia memiliki kekurangan. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang dokter tidak sombong dan mau selalu menerima masukan, baik itu masukan dari pasien atau orang lain, sehingga pengetahuannya dan pengalamannya bertambah. Menjadi dokter bukan hanya sekedar skill / kemampuan saja, melainkan juga harus punya hati dan jiwa sosial dan tanggung jawab. Punya hati untuk memperhatikan pasiennya, berjiwa sosial dalam artian tidak mengejar profit/keuntungan sebagai yang terutama dalam profesinya sebagai dokter namun lebih menomorsatukan keselamatan dan kesehatan pasiennya dibanding kepentingannya sendiri, yang terakhir adalah tanggung jawab, yaitu bagaimana seorang dokter berhati-hati dalam menjalankan profesinya dan siap untuk memperbaiki dan bertanggung jawab atas kesalahan yang ia lakukan kepada pasiennya.

Banyak artikel-artikel yg membahas mengenai hernia hiatal di internet hanya menekankan bahwa masalah terutama yang ditimbulkan oleh hernia hiatal adalah GERD (asam lambung yang naik). Tetapi berdasarkan pengalaman saya (apa yang saya sendiri rasakan) dan yang jarang diungkapkan pada artikel-artikel tersebut ialah bahwa penyakit hernia hiatal LEBIH DARI SEKEDAR PERSOALAN GERD (ASAM LAMBUNG NAIK), karena selain mengakibatkan GERD (asam lambung naik), penyakit hernia hiatal juga MENGAKIBATKAN “ORGAN LAMBUNG DAN SARAF-SARAF PADA DAERAH HERNIA ORGAN LAMBUNG” MENJADI STRES KARENA TERCEKIK DI BAGIAN DIAFRAGMA. Cekikan ini yang saya pandang sebagai masalah yang terutama dan lebih berbahaya dibandingkan dengan GERD (asam lambung naik) itu sendiri. Cekikan ini menyebabkan bagian ulu hati serasa sesak dan tercekik, juga menghambat aliran darah ke kepala sehingga penderitanya mudah lelah dan kepala terasa pening dan berdenyut. Penyakit hernia hiatal tidak membuat penderitanya meninggal, tetapi penyakit ini menurunkan kualitas hidup penderitanya, karena penderitanya merasa tersiksa/sesak sepanjang waktu di bagian ulu hati dan tidak dapat beraktivitas dengan normal (sekitar 80-90 % aktivitas kesehariannya berkurang/tidak dapat dilakukan).

Saya berharap bahwa ke depannya, akan ada solusi bagi penyembuhan penyakit ini dan kalangan masyarakat dan dokter dapat lebih familiar (mengenali) mengenai penyakit ini. Penyakit ini tidak menyebabkan sakit atau gangguan sebagaimana penyakit lainnya, tetapi penyakit ini menyebabkan gangguan sepanjang waktu sehingga melumpuhkan aktivitas keseharian bagi para penderitanya. Tidak semua dokter juga menyepelekan penyakit ini, ada juga kalangan dokter yang memang mendalami penyakit ini dan mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Namun jumlah dokter yang mendalami penyakit ini masih tergolong sedikit dan sulit kita temui. Penyakit hernia hiatal sebaiknya tidak ditangani oleh dokter umum, namun sebaiknya ditangani oleh dokter yang memang spesialis di bidang hernia.

Penyakit hernia hiatal tidak dapat disembuhkan dgn obat-obatan karena merupakan kondidi disposisi organ tubuh, melainkan hanya dapat disembuhkan dengan cara operasi, yaitu mengembalikan organ tubuh ke posisi yang seharusnya dan menutup lubang hernia agar kondisi hernia tidak berulang kembali.

Prosedur operasi untuk penyakit ini (menurut yang saya baca di internet) dapat dilihat sebagai berikut:
  • Pembedahan: open (disarankan) atau laparascopy.
  • Metode penjahitan: tidak menggunakan jaring mesh atau menggunakan jaring mesh (disarankan).

Saya berharap bahwa saya dapat sembuh dari penyakit ini. Saya berencana untuk menjalani operasi untuk menyembuhkan penyakit ini (namun bukan sekarang karena belum cukup uang, mungkin kelak jika uang mencukupi maka saya akan menjalani operasi), dan jika kelak saya menjalani operasi, maka saya berharap saya dapat sembuh secara permanen dari penyakit ini (penyakit ini tidak kambuh lagi).

Berikut ini saya kumpulkan beberapa posting-posting yg terkait mengenai hernia hiatal:

+ Pengakuan Penderita Hernia Hiatal

+ Artikel Kedokteran
Kamis, 22 Desember 2016

Shi Shang Zhi You Mama Hao ( 世上只有妈妈好 )



Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.


Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb.

Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.

Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.

Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah. Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

---------=========000000000=========---------


Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka.


Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan.

Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya.

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras.

Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.

Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat...

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu.

---------=========000000000=========---------

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu "Shi Shang Zhi You Mama Hao" (terjemahannya, "Di Dunia ini, Ibulah yang terbaik").

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya sang pemilik toko.. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2. Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?".

"Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. Oh ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

"Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.

Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.

"Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya. Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?."Maafkan saya, Nak."

"Tidak Bu, saya yang bersalah"

---------=========000000000=========---------

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri.

Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

---------=========000000000=========---------

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya. Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu "Shi Shang Zhi You Mama Hao", lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu.

"Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu", kata sang anak.

Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang anak dengan nada yang polos.

Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata "Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi", sang anak mulai menangis.

Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 "Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini", ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik.

Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga.

---------=========000000000=========---------

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.

Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis "Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi."

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.

Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih.

Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah...

---------=========000000000=========---------

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah

"Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu "Shi Shang Zhi You Mama Hao" dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, "Apakah kamu ??..(nama anak itu)?"

"Benar bu, saya adalah anak ibu?".

Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi...

Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.




世上只有妈妈好
有妈的孩子像个宝
投进了妈妈的怀抱
幸福享不了

Shi shang zhi you ma ma hao
You ma de hai zi xiang ge bao.
Tou jin ma ma de huai bao
Xin fu xiang bu liao.


Mommy's the only dearest in the world
With a mom, you have the most valued treasure.
Jump into mom's heart
And you have endless happiness.

Ibu adalah yg paling mengasihimu di dunia
Memiliki Ibu, adalah anugerah paling berharga
Di dalam pelukan kasih Ibu
Kasih tak terhingga akan kau dapatkan
  

没有妈妈最苦恼
没妈的孩子像根草
离开妈妈的怀抱
幸福哪里找

Mei you ma ma zui ku nao
Mei ma de hai zi xiang ge cao
Li kai ma ma de huai bao
Xin fu na li zhao.  


No Mommy is the saddest
Without a mom you are like a piece of straw
Away from mom's heart,
Where will you find happiness


Tidak memiliki Ibu adalah hal yg sangat menyedihkan
Tanpa Ibu, seorang anak bagaikan sebatang jerami
Jauh dari pelukan kasih Ibu
Di mana akan kau temukan kebahagiaan?

世上只有妈妈好
有妈的孩子不知道
要是他知道
梦里也会笑。

Shi shang zhi you ma ma hao
You ma de hai zi bu zhi dao
Yao shi ta zhi dao
Meng li ye hui xiao.


Mommy's the only dearest in the world
Having Mom, kids often don't appreciate it
Once they understand how precious it is
Even in dream they will laugh

Ibu adalah yg paling mengasihimu di dunia
Seringkali anak tak menghargai anugerah itu
Apabila suatu saat mereka menyadari
Bahkan di dalam mimpi pun mereka akan tertawa


Sumber : https://johnywijaya.blogspot.co.id/2012/07/shi-shang-zhi-you-mama-hao.html

Download lagu : https://drive.google.com/file/d/0B3ivoWDOTq6oeUVmXzJTVU5KWms/view?usp=sharing
Kamis, 15 Desember 2016

Aplikasi Pertokoan "MiniMart"

Aplikasi Pertokoan "MiniMart"


# Pengembang :
KK-Software (Makassar, Indonesia) (^ o ^).


# Kontak :
helloyud@gmail.com (bagi yang ingin bertanya dapat mengirim ke alamat e-mail ini)


# Lisensi :
Aplikasi ini gratis sepenuhnya & bersifat open source. Anda dapat me-"modifikasi ulang program ini", dan mendistribusikan hasil "modifikasi ulang program ini" yang telah anda buat secara bebas tanpa perlu memperoleh ijin dari pengembangnya.


# Download di sini :


# Fitur-Fitur:
  • ---- Barang ----
  • Pendataan barang : ket. umum (harga beli dan jual, stok, stok minimal, keterangan tambahan), daftar gambar, dan daftar suplier.
  • Pencetakan laporan barang dan katalog gambar barang.
  • ---- Subjek ----
  • Pendataan subjek : daftar alamat, daftar kontak, dan daftar barang yg di-suply.
  • Pencetakan laporan subjek.
  • ---- Transaksi ----
  • Pendataan transaksi : ket. umum (tanggal, subjek, sales, lama kredit), daftar barang masuk, daftar barang keluar, dan daftar pembayaran kredit.
  • Mendukung penginputan dari peralatan barcode & pencetakan nota pada saat melakukan transaksi.
  • Pencetakan laporan transaksi.
  • ---- User ----
  • Mendukung multi user dan pengaturan hak akses utk masing-masing user, contohnya pemilik toko dapat menginput segala jenis data sedangkan kasir hanya dapat menginput data transaksi saja.
  • ---- Backup Data ----
  • Mendukung kebutuhan backup dan restore data dari file.
  • ---- Lainnya ----
  • Mendukung multi akses (aplikasi dapat digunakan pada beberapa komputer di suatu saat secara bersamaan).


# Screen shoot:

---- Form Utama ----


---- User ----



---- Database ----



---- Setting Print ----


---- Barang ----









---- Laporan Barang ----



---- Subjek ----










---- Laporan Subjek ----



---- Jenis Transaksi (Didefenisikan Sendiri) ----



---- Transaksi ----


---- Input Transaksi Baru ----


---- Lihat Transaksi ----






---- Laporan Transaksi ----


Sabtu, 03 September 2016

Panduan Pemasangan Kabel Pada Stop Kontak

Memasang kabel pada stop kontak memang terlihat sepele / sederhana, tetapi kita tidak boleh menyepelekan hal-hal yang berkaitan dengan kelistrikan karena dapat membahayakan keselamatan kita sebagai pengguna peralatan listrik (seperti terjadi kebakaran atau tersengat arus listrik).

Berdasarkan pengalaman saya selama ini yang sering memasang sambungan kabel, saya ingin berbagi pengalaman saya mengenai cara memasang kabel pada stop kontak portabel. Mari kita simak langkah-langkah pemasangan stop kontak melalui gambar-gambar berikut ini: